Blog

  • Polsek Bogor Barat Gelar Operasi Miras, Tekan Angka Kriminalitas dan Penyakit Masyarakat

    KOTA BOGOR – Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar melaksanakan Operasi Pekat dengan menyasar peredaran minuman keras (miras) di wilayah Bogor Barat, Minggu (14/9/2025) sore. Dalam operasi tersebut, jajaran berhasil mengamankan puluhan botol miras berbagai jenis.

    Kapolsek Bogor Barat, Kompol R. Ariani, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan arahan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., agar jajaran gencar melaksanakan operasi kepolisian guna meniadakan penyakit masyarakat. “Anggota melaksanakan operasi minuman keras di seluruh wilayah Bogor Barat dengan tujuan untuk meniadakan segala bentuk penyakit masyarakat,” ucapnya, Senin (15/9/2025).

    Operasi dipimpin oleh Panit Binmas Ipda Epen Suradi selaku piket pawas bersama piket reskrim, intel, dan samapta Polsek Bogor Barat. Patroli dimulai pukul 16.00 WIB dengan menyisir sepanjang Jalan Bubulak hingga Cifor. Dari hasil operasi, petugas berhasil menyita 2 botol Intisari, 1 botol AO, dan 52 botol miras jenis ciu.

    Terhadap penjual, kepolisian melakukan pendataan, pemeriksaan, serta memberikan imbauan tentang bahaya konsumsi miras. Penjual juga diperintahkan untuk tidak lagi mengedarkan minuman beralkohol.

    Kompol R. Ariani menegaskan, kegiatan serupa akan rutin dilakukan secara berkala di lokasi dan waktu yang berbeda. “Dengan operasi rutin ini, kami berharap Kota Bogor bebas dari penyakit masyarakat dapat segera terwujud,” pungkasnya.

  • Bhabinkamtibmas dan Babinsa Menteng Sinergi Amankan Program SAMMENU, Sampah Tukar Jadi Menu

    KOTA BOGOR – Bhabinkamtibmas Kelurahan Menteng Polsek Bogor Barat Polresta Bogor Kota Polda Jabar bersama Babinsa Menteng melaksanakan pengamanan kegiatan SAMMENU (Sampah Tukar Jadi Menu) di wilayah Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat, Minggu (14/9/2025).

    Kegiatan ini merupakan implementasi arahan Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., agar Polri senantiasa hadir di tengah masyarakat dalam setiap program sosial yang bermanfaat.

    Kapolsek Bogor Barat, Kompol R. Ariani, menjelaskan bahwa program SAMMENU yang dilaksanakan di Gang Muha RW 14 Kelurahan Menteng sejak pukul 09.00 WIB mendapat antusiasme tinggi dari warga. “Kami berikan pengamanan kegiatan Program SAMMENU yang dilakukan di tengah masyarakat,” ungkapnya, Senin (15/9/2025).

    Program inovatif ini memungkinkan warga menukar sampah dengan menu makanan seperti sayuran dan telur. Kegiatan yang baru pertama kali digelar di Bogor Barat ini dijadwalkan berlangsung rutin setiap dua minggu sekali. “Kami sangat mendukung program seperti ini dan diharapkan dapat menjadi percontohan untuk kelurahan lainnya,” sambung Kompol R. Ariani.

    Selain pengamanan, jajaran kepolisian juga turut memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengikuti aturan, menjaga ketertiban, dan mematuhi mekanisme antrian agar kegiatan berjalan sesuai rencana.

    Dalam kegiatan tersebut hadir Bhabinkamtibmas Menteng Aiptu Ibo Wibowo, Babinsa Pelda A. Nahrowi, Seklur Menteng beserta staf, serta Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang bersama-sama menggelar program ramah lingkungan ini.

    Dengan adanya sinergi antara aparat dan masyarakat, kegiatan SAMMENU diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam mengurangi sampah sekaligus meningkatkan kepedulian sosial di Kota Bogor.

  • Polsek Tanah Sareal Patroli ke Pusat Perbelanjaan, Wujudkan Rasa Aman bagi Masyarakat

    KOTA BOGOR – Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota bersama Perwira Pengawas (Pawas) melaksanakan patroli ke sejumlah pusat perbelanjaan di wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (15/9/2025).

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., agar jajaran meningkatkan patroli di tempat-tempat rawan kriminalitas dan pusat keramaian.

    Pawas Iptu Sahid menyampaikan bahwa patroli dilakukan untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang sedang berbelanja. “Banyak pengunjung yang mendatangi pusat perbelanjaan, maka kami hadir untuk memberikan rasa aman,” ujarnya.

    Selain mencegah tindak kejahatan seperti pencopetan dan penipuan, patroli ini juga bertujuan mengantisipasi potensi tawuran yang sering terjadi di wilayah hukum Polsek Tanah Sareal. Petugas turut mengimbau para pelajar agar setelah jam sekolah segera pulang ke rumah masing-masing.

    “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Dengan kehadiran polisi di lapangan, diharapkan potensi tawuran bisa diminimalisir,” pungkas Iptu Sahid.

    Patroli rutin ini diharapkan semakin meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat, sekaligus menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kota Bogor.

  • Polsek Tanah Sareal Intensifkan Operasi, Targetkan Wilayah Zero Miras

    KOTA BOGOR – Jajaran Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota terus konsisten melaksanakan razia terhadap penjual minuman keras (miras) di wilayah hukumnya. Operasi ini dilakukan setiap hari sebagai tindak lanjut perintah Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar, Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., yang menargetkan terciptanya wilayah hukum Polresta Bogor Kota bebas miras.

    Kapolsek Tanah Sareal, Kompol Doddy, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti hingga miras benar-benar hilang dari peredaran. “Kami terus menerus melaksanakan operasi penjual miras, sampai titik zero dan tidak ada lagi penjual miras di wilayah Tanah Sareal,” ungkapnya, Selasa (15/9/2025).

    Operasi ini dipimpin langsung oleh Perwira Pengawas (Pawas) bersama anggota piket fungsi, serta berkolaborasi dengan Satpol PP untuk memperkuat pelaksanaan di lapangan. Tindakan tegas juga diberikan kepada toko-toko yang kedapatan masih nekat menjual miras, termasuk penyegelan.

    Selain pemberantasan miras, kegiatan ini juga merupakan bentuk perhatian Polsek Tanah Sareal terhadap masyarakat, khususnya dalam memerangi peredaran minuman keras dan obat-obatan terlarang. “Kami ingin menciptakan wilayah hukum Polsek Tanah Sareal zero miras,” pungkas Kompol Doddy.

    Dengan operasi rutin ini, Polsek Tanah Sareal optimis angka kriminalitas, termasuk tawuran, dapat ditekan secara signifikan sehingga situasi kamtibmas semakin kondusif.

  • Polresta Bogor Kota Gelar Upacara Penghargaan untuk Anggota Berprestasi dan Masyarakat

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota menggelar upacara pemberian penghargaan kepada personel berprestasi serta masyarakat yang telah mendukung program kepolisian, bertempat di halaman Mapolresta Bogor Kota, Jl. Kapten Muslihat No.18, pada Senin (15/9/2025).

    Dalam kesempatan ini, Polresta Bogor Kota menerima penghargaan atas dedikasi dan capaian kinerja mereka. Di antaranya, personel Satreskrim dan Polsek Bogor Utara yang berhasil mengungkap kasus curanmor roda dua dengan lebih dari 70 TKP serta menangkap tiga pelaku. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada personel pengelola anggaran Polresta Bogor Kota yang berhasil meraih capaian terbaik pada indikator kinerja pelaksanaan anggaran lingkup KPPN Bogor periode semester I tahun 2025.

    Tak hanya personel, penghargaan juga diberikan kepada masyarakat yang mendukung program ketahanan pangan Polresta Bogor Kota. PT Mandiri Banana Indonesia melalui Direktur Utama Fachri Yulizar, S.E., beserta jajaran, dinilai berkontribusi nyata dengan menanam jagung di lahan kawasan Taman Tanah Sareal, Kota Bogor.

    Kapolresta Bogor Kota dalam amanatnya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada personel dan masyarakat yang telah berperan aktif dalam menjaga keamanan, meningkatkan kinerja, serta mendukung program kepolisian. “Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi agar terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan institusi Polri,” tegasnya.

  • Strategi Pemberdayaan SDM Polri dalam Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP) untuk Mendukung Penegakan Hukum

    KOTA BOGOR – Polresta Bogor Kota menegaskan komitmennya dalam mendukung penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (e-MP) sebagai upaya mempercepat proses penegakan hukum dan meningkatkan transparansi pelayanan publik. Senin (15/09/2025).

    E-MP merupakan aplikasi berbasis website yang digunakan oleh Penyidik maupun Penyidik Pembantu sebagai sarana pengendalian, pengawasan, serta basis data perkara pidana. Sistem ini selaras dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 yang menekankan pendekatan hukum single prosecution system, yakni sistem penuntutan tunggal yang membutuhkan keterhubungan sejak tahap pengaduan, penyelidikan, penyidikan hingga penuntutan.

    Dalam penerapannya, e-MP tidak hanya bergantung pada kecanggihan sistem, tetapi juga menuntut kesiapan sumber daya manusia (SDM) Polri, dukungan sarana prasarana, alokasi anggaran, serta sistem pemeliharaan berkelanjutan. Oleh karena itu, strategi pemberdayaan SDM menjadi faktor kunci agar sistem ini dapat berjalan optimal.

    Ketua Tim Supervisi, BJP F.X. Surya Kumara, S.H., M.H., menegaskan bahwa strategi ini diarahkan pada peningkatan kompetensi penyidik, mitigasi terhadap kendala teknis maupun non-teknis, serta penguatan manajemen dalam penggunaan e-MP. “Penerapan sistem ini diharapkan mempercepat penanganan perkara, memperkuat akuntabilitas, serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri sebagai institusi penegak hukum yang handal,” ujarnya.

    Lebih rinci, terdapat empat fokus strategi yang menjadi perhatian, yaitu:

    Gambaran penerapan e-MP dalam penegakan hukum.
    Kesiapan SDM Polri dalam menjalankan sistem e-MP.
    Identifikasi faktor keberhasilan maupun kendala dalam implementasi e-MP.
    Perumusan kebijakan pemberdayaan SDM agar e-MP berdampak signifikan bagi percepatan penanganan perkara.

    Melalui langkah ini, Polri berkomitmen menghadirkan pelayanan penegakan hukum yang modern, profesional, transparan, serta berorientasi pada tuntutan publik di era digital.

  • Ketum MUI Puji Polri Cepat Pulihkan Kondisi Pasca Kericuhan: “Alhamdulillah, Kehidupan Kini Normal Kembali”

    Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang juga Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar, memberikan apresiasi kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran kepolisian dan aparat keamanan atas langkah cepat mereka mengendalikan situasi pasca kericuhan yang terjadi di berbagai kota pada akhir Agustus lalu.

    “Alhamdulillah, kehidupan kini terasa normal kembali. Untuk itu kami sampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan seluruh jajaran kepolisian, juga aparat keamanan lainnya yang telah bekerja dengan luar biasa hingga situasi bisa kembali kondusif,” ujar Anwar dalam keterangan tertulis, Minggu (14/9/2025).

    Anwar mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Ia menekankan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak yang dilindungi konstitusi, namun harus dilakukan secara damai.

    “Kalau ada aspirasi, silakan disampaikan dengan damai. Mari kita jaga ketenangan, mari kita rawat kondusifitas agar kehidupan masyarakat tetap berjalan dengan baik,” ujarnya.

    Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh jajaran kepolisian di semua tingkatan yang telah bekerja keras memulihkan keadaan.

    “Sekali lagi, terima kasih kepada Polri dan semua aparat keamanan. Semoga upaya ini menjadi amal baik dan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat,” kata Anwar.

  • Kompolnas: Polri Lahir dari Rahim Reformasi untuk Jadikan Negara Lebih Demokratis

    Jakarta – Komisioner Kompolnas Mohammad Choirul Anam atau Cak Anam menegaskan perlunya penguatan instrumen dan pengawasan terhadap institusi Polri. Ia menyebut langkah perbaikan Polri bukanlah dimulai dari nol, melainkan lahir dari semangat reformasi.

    “Yang pertama-tama yang penting harus kita insafi adalah spirit dari tokoh-tokoh ini mengingatkan kita semua bahwa kepolisian itu lahir dari rahim reformasi. Artinya memang ada semangat di situ, semangat untuk menjadikan negara kita menjadi negara yang jauh lebih demokratis, penegakan hukumnya bagus, keamanan, ketertiban masyarakatnya juga bagus,” kata Cak Anam kepada wartawan, Sabtu (13/9/2025).

    Menurutnya, penguatan instrumen tersebut mencakup perlindungan kebebasan berekspresi dan berpendapat di ruang digital. Cak Anam mencontohkan dinamika demonstrasi besar-besaran pada Agustus lalu yang dipengaruhi luasnya ruang digital saat ini.

    “Misalnya terkait ruang digital yang begitu luas, bagaimana meletakkan perlindungan terhadap pembacaan berekspresi, berpendapat, berkumpul dengan instrumen yang ada. Misalnya kalau berangkat dari aksi Agustus kemarin misalnya, itu kan dinamikanya berbeda dengan kalau kita membayangkan aksi-aksi yang ruang digitalnya belum terlalu lebar,” paparnya.

    Ia menegaskan pentingnya memastikan instrumen yang ada selaras dengan perkembangan zaman agar jaminan hak masyarakat tetap maksimal.

    Cak Anam juga menyoroti masih adanya tindakan represif aparat kepolisian dalam menghadapi massa sebagaimana catatan sejumlah NGO. Menurutnya, hal ini perlu dievaluasi apakah merupakan bagian dari kultur di kepolisian.

    “Yang kedua, ini kan memang masih terdapat banyak, terutama kalau kita melihat dari catatan beberapa NGO, masih banyak tindakan represif misalnya begitu ketika menghadapi massa. Tindakan represif itu apakah ini bagian dari kebudayaan atau tidak? Kalau itu masih dipandang sebagai bagian budaya ya kita harus beresin. Salah satunya adalah di sektor bagaimana membentuk kepolisian yang jauh civilized, mengedepankan sipil ini,” ujarnya.

    Untuk itu, Cak Anam menekankan perlunya peninjauan kurikulum pendidikan di kepolisian.
    “Oleh karenanya bisa dicek di level kurikulum pendidikan misalnya. Pentingnya, misalnya, mempertebal soal-soal instrumen hak asasi manusia, perilaku hak asasi manusia dan lain sebagainya dalam pendidikan di kepolisian. Itu juga penting,” tuturnya.

    Lebih lanjut, Cak Anam menilai penguatan pengawasan Polri baik secara internal maupun eksternal juga mendesak dilakukan, termasuk penguatan Kompolnas agar lebih efektif.

    “Di internal misalnya Propam, bagaimana Propam bisa efektif ataukah tidak, misalnya. Termasuk juga Kompolnas, misalnya, sebagai pengawas eksternal. Saya kira juga memperkuat Kompolnas agar efektif melakukan pengawasan, agar efektif mencegah pelanggaran, dan efektif untuk memberikan temuan-temuan yang bisa mengubah kebijakan juga penting untuk dipikirkan penguatan pengawasan ini,” jelasnya.

    Menurut Cak Anam, berbagai upaya tersebut sejalan dengan pesan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada jajaran Polri. Ia menilai penguatan instrumen diperlukan agar perspektif humanisme dan profesionalitas dapat lebih konkret.

    “Sebenarnya upaya-upaya untuk memperbaiki sudah ada. Selalu misalnya dalam beberapa tahun terakhir ini Pak Listyo misalnya sebagai Kapolri selalu menekankan ayuk humanis profesional dan sebagainya. Cuman memang karena mungkin instrumennya belum memadai sehingga belum ada sesuatu yang jauh lebih konkret terhadap perspektif humanisme ini dan profesionalitas,” katanya.

    Cak Anam juga mengapresiasi terobosan Polri yang mengoptimalkan digitalisasi pelayanan publik, termasuk layanan pengaduan masyarakat. Langkah ini dinilai membuat Polri lebih terbuka terhadap pengawasan publik.

    “Ada upaya-upaya untuk digitalisasi pelayanan, SIM, terus pengaduan. Kalau ada pelanggaran oleh anggota kepolisian bisa langsung antara pengadu langsung masuk ruang online itu bisa melakukan pengaduan. Sehingga kalau ini bergulir itu tidak berangkat dari nol. Sehingga kita bisa memastikan arahnya lebih humanis, lebih profesional. Apalagi kemarin doktrinnya itu, profesional dan humanis itu,” kata dia.

  • Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kedung Waringin Gelar Patroli Bersama Wujudkan Rasa Aman

    KOTA BOGOR – Anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Kedung Waringin, Tanah Sareal, bersama Babinsa melaksanakan patroli wilayah di Kelurahan Kedung Waringin, Kota Bogor, Minggu (14/9/2025).

    Kegiatan tersebut sesuai dengan arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. agar keberadaan petugas kepolisian dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

    “Kami hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga masyarakat Kedung Waringin,” ungkap Aipda Imam saat pelaksanaan patroli.

    Dalam kegiatan tersebut, petugas tidak hanya berpatroli, tetapi juga menyampaikan pesan kamtibmas kepada warga. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

    Kehadiran Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat sinergi TNI–Polri bersama warga dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Tanah Sareal.

  • Polsek Tanah Sareal Bubarkan Remaja Nongkrong di Gg Amil Antisipasi Tawuran

    KOTA BOGOR – Jajaran Unit Sabhara Polsek Tanah Sareal Polresta Bogor Kota bersama Pawas melaksanakan patroli malam minggu dan membubarkan sekelompok remaja yang sedang nongkrong di Gg Amil, wilayah Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Minggu (14/9/2025).

    Kegiatan tersebut menindaklanjuti arahan Kapolresta Bogor Kota Polda Jabar Kombes Pol Eko Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. agar jajaran meningkatkan patroli pada malam minggu untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas.

    “Pada saat patroli kami mendapati remaja sedang nongkrong di pinggir jalan, kemudian kami himbau untuk segera membubarkan diri,” ujar Pawas AKP Mulyadi.

    Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian kepolisian agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, mengingat seringkali kelompok bermotor atau pelaku tawuran menyerang warga yang sedang nongkrong di pinggir jalan.

    Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan para pelajar langsung pulang ke rumah masing-masing seusai beraktivitas, sehingga dapat menekan potensi tawuran maupun tindak kriminal lainnya.

    “Dengan kegiatan ini kami berharap potensi tawuran dapat diminimalisir, dan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Tanah Sareal tetap aman serta kondusif,” pungkasnya.